Detail Cantuman
Advanced SearchComputer File
Klasifikasi Penyakit Mata Menggunakan Convolutional Neural Network ( CNN)
Gangguan pada mata atau disebut juga penyakit mata adalah suatu kondisi yang mampu mempengaruhi jangka waktu hidup bagi sebagian orang. Gangguan mata atau penyakit mata banyak sekali jenisnya, diantaranya yaitu katarak, glaukoma dan retina disease. Gangguan atau penyakit mata tersebut merupakan penyebab kebutaan yang paling sering terjadi. Melihat dari uraian tersebut, penting sekali untuk mendeteksi penyakit mata atau kelaianan sebelum terjadi kebutaan. Penelitian ini bertujuan untuk klasifikasi penyakit mata menggunakan Convolutional Neural Network (CNN) berarsitekstur Alexnet dengan pembaruan berupa menggunakan 4 kelas yang membutuhkan 3 tahap
proses yaitu melakukan tahap pre-processing yang menghasilkan ukuran citra menjadi 224x224px. Tahap selanjutnya adalah ekstraksi fitur dengan 3 layer yaitu Convutional Layer, Pooling Layer, Fully
Connected Layer, Pada implementasi CNN menggunakan 150 epoch. Hasil akurasi dari penelitian klasifikasi penyakit mata menggunakan metode CNN adalah 98.37%.
Ketersediaan
Tidak ada salinan data
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
16 Oktober 2026
|
| Penerbit | SISTEMASI: Jurnal Sistem Informasi : ., 2021 |
| Deskripsi Fisik |
9 halaman
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
2302-8149
|
| Klasifikasi |
NONE
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
Gangguan mata banyak sekali jenisnya, diantaranya katarak, glaukoma dan retina disease. Katarak merupakan keadaan dimana terjadi kekeruhan pada serabut atau bahan lensa didalam kapsul lensa. Berdasarkan data yang didapatkan dari Kementrian Kesehatan RI, sebanyak 50% penyebab kebutaan di Indonesia yaitu katarak. Secara global, Negara Indonesia sendiri kini menempati posisi kedua sebagai negara yang jumlah penderita kataraknya tinggi setelah Negara Etiopia. Kasus yang terjadi di negara Indonesia khususnya di Nusa Tenggara Timur (NTT) prevalensi katarak yang terjadi yaitu sebesar 2,3% dengan adanya tiga penyebab utama penderita katarak ini belum melakuan proses operasi yaitu dikarenakanoleh ketidaktahuans sebanyak 41,4%, tidak mampu untuk membiayai operasi sebanyak 14,1%, yang terakhir yaitu ketidakberanian sebanyak 5,7%.
Berdasarkan uraian tersebut, dapat diartikan bahwa penyakit mata yang di sebut katarak ini kasusnya cukup tinggi dikarenakan cukup banyak penderita katarak justru tidak menyadari bahwa dirinya
mengidap penyakit tersebut. tidak dapat dilakukan pencegahan terhadapa penyakit katarak,akan tetapi penyakit katarak dapat disembuhkan denganproses operasi. Selain katarak penyakit mata lainnya yaitu glaukoma. Glaukoma itu sendiri merupakan salah satu kelainan pada mata yang dapat berupa suatu neuropati kronik yang juga ditandai dengan terjadinya pencekungan pada diskus optikus,
menciutnya lapang pandang, serta biasanya disertai dengan peningkatan tekanan intraokular. Glaukoma juga merupakan penyebab kebutaan kedua setelah katarak. Lalu penyakit mata lainnya
yaitu retina disease yang merupakan gangguan pada bagian retina di dalam mata yang berpengaruh buruk terhadap penglihatan seseorang. Melihat dari uraian sebelumnya, penting sekali untuk mendeteksi penyakit mata atau kelaianan pada mana sebelum terjadi kebutaan.
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






